Daisypath Happy Birthday tickers

Senin, 23 Juli 2012

Penurutan






"Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, 
teringatlah aku kepada Tuhan,
dan sampailah doaku kepadaMu,
ke dalam baitMu yang kudus"
~Yunus 2:7

Cerita tentang Yunus ini sudah kita kenal semenjak kecil. Sekolah minggu sering mengajarkan cerita ini. Cerita yang terkenal karena Nabi Yunus lari dari suruhan Tuhan dan akhirnya tinggal di perut ikan besar sesuai dengan penentuan Tuhan (Yunus 1:17).

Latar belakangnya karena, Tuhan berfirman kepada Yunus untuk pergi memperingatkan kota Niniwe akan segala kesalahan mereka yang sudah terlampau besar di mata Tuhan.

Siapakah kota Niniwe ini?
Kota Niniwe ini adalah suatu kota yang besar, berpenduduk lebih dari 120.000 orang dan kaya akan ternak, tapi mereka semua tidak tahu membedakan tangan kanan dan kiri. Dalam artian, mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik (Yunus 4:11).

Itulah sebabnya Tuhan menyuruh Nabi Yunus untuk memperingatkan mereka, supaya mereka bertobat sebagai tanda Tuhan mengasihi mereka dan tidak mau mereka binasa.

Tapi apa yang terjadi? Nabi Yunus ini lari dari tugasnya (Yunus 1:2). Tetapi Tuhan mengejarnya dengan mendatangkan angin ribut ke laut.
Hal ini menjadi gambaran dalam kehidupan kita.
Kita diutus Tuhan untuk menyampaikan Firman kepada orang lain, kepada keluarga kita, teman-teman, tetangga atau siapapun yang kita merasa terbeban untuk dilayani. Itu adalah tugas yang disuruhkan Tuhan.
Seringkali kita berontak, tetapi apapun itu kalau Tuhan sudah menetukan apa yang menjadi perkataanNya, kemanapun kita lari Tuhan akan mengejar kehidupan kita.

Tapi biarlah kita menyadari dan kembali. Ketika kita berada di titik keterbatasan kita. Ingatlah pada Tuhan.
Ayat Firman Tuhan ini mengajak kita untuk selalu mengingat Tuhan dan menyadari setiap keterbatasan kita.

Kalau Yunus di perhadapkan dengan ikan besar, maka kita diperhadapkan dengan masalah-masalah besar (itu kalau kita mencoba lari dari tugas yang sudah Tuhan berikan kepada kita).

Kita mengambil contoh kota Niniwe ini. Mereka menerima Firman, dan langsung bertobat, kembali kepada Tuhan, setelah mendengarkan Firman Tuhan. Sehingga mereka di jauhkan Tuhan dari murka.

Intinya sederhana, lebih baik kita menurut semua perkataan Tuhan daripada kita keras kepala dan akhirnya Tuhan mengejar kehidupan kita.

Pengkhotbah 4:17 "... Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik 
daripada mempersembahkan korban..."

Kembali ke Nabi Yunus, ketika Tuhan mengejar kehidupannya, dia menyadari dan tidak menyangkali, sehingga ketika di tanya oleh para awak kapal tempat dia menumpang untuk lari ke Tarsis, dia tidak menyangkalinya. 
Begitu pula ketika dia di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, Nabi Yunus tidak tinggal diam saja, tapi kemudian menyadari dan berdoa mencari pertolongan kepada Tuhan.

Jadi, mari kita belajar untuk menjadi orang-orang yang menurut setiap perkataan Tuhan. Karena, sama seperti kota Niniwe, meskipun dosa mereka terlampau besar hingga sampai kepada Tuhan, Tuhan masih memberi pengasihan kepada mereka, dan karena mereka mendengar dan menurut setiap perkataan Tuhan, maka berkat Tuhan turun atas mereka. Begitu pula kita, tidak susah untuk menurut, hanya perlu ketulusan hati, karena ingatlah, meskipun kita terkadang sering tidak setia kepada Tuhan, tetapi Tuhan selalu setia dengan kehidupan kita.


0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites