Daisypath Happy Birthday tickers
Tampilkan postingan dengan label Mind and Soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mind and Soul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Kisah Akhir Para Rasul

"Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
 -Lukas 21:19

Buat yang sering merasa hidupnya tak berguna dan terlalu banyak menderita dengan segala keadaannya, sehingga memilih jalan pintas meninggalkan Tuhan, atau memilih kesenangan semu dengan meninggalkan Tuhan karena popularitas, jabatan dan harta duniawi. Coba lihat kisah akhir para Rasul, sepanjang hidup mereka sampai dengan kematian datang.
Tidak ada rasa mengeluh meski mungkin dalam hati mereka ingin berontak, tapi demi kebenaran Injil dari Tuhan, terus setia mempertahankan panggilan Tuhan sampai nafas terakhir mereka.

Rasul Petrus,
Semasa hidupnya Rasul Petrus berkhotbah Injil di Pontus, Galatia, Kapadokia, Betania, Italia, dan Asia.
Rasul yang dikenal karena pernah menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Akhir hidupnya disalib dengan kepala kebawah di kayu salib yang berbentuk huruf X sesuai permintaan Petrus sendiri di Roma, Itali. 
Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib sperti Tuhan Yesus.

Rasul Andreas,
Rasul Andreas ini berkhotbah di Scythians dan Thracia. Saudara Simon Petrus ini sebelumnya didera dan diikat di kayu salib berbentuk huruf X dan tergantung selama dua hari di Patrae, Yunani dan di sana juga ia dikuburkan.
Sebelum meninggal, Andreas di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara ini mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaan nya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia :
"Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat bahagia dengan di siksa dan disalib seperti Yesus".
Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada hentinya terus berkhotbah, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkhotbah sambil di hukum cambuk.

Rasul Yakobus anak Zebedeus,
Rasul Yakobus ini adalah Rasul yang sesuai cerita Alkitab merupakan Rasul yang pertama kali di panggil Tuhan Yesus bersama-sama dengan Rasul Petrus, Andreas dan Yohanes saudaranya (Matius 4:18-22).
Di akhir hidupnya sesuai dengan Kitab Kisah Para Rasul 12:2 dibunuh dengan pedang sesuai dengan perintah raja Herodes Agripa I di Yerusalem sebelum hari raya roti tidak beragi.
Meski mengalami masa-masa sulit dan detik-detik terakhir dalam hidupnya ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya.
Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus.

Rasul Yohanes saudara Yakobus,
Rasul Yohanes ini mencapai usia lanjut dan satu-satunya rasul yang meninggal dengan tenang di Efesus, Turki.
Tapi walaupun demikian ia juga pernah merasakan digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma namun keajaiban terjadi. sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhir nya ia dibuang dah diasingkan ke pulau PATMOS untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU.

Rasul Filipus,
Akhir hidup Rasul Filipus disesah, dipenjarakan, dan kemudian disalibkan di Heliopolis, Frigia karena menginjil dan dikuburkan disitu.

Rasul Bartolomeus,
Rasul Bartolomeus adalah Rasul yang pertama kali yang mengaku bahwa Kristus itu adalah Anak Allah (Yohanes 1:49). Rasul Bartolomeus menjadi pekabar Injil di tanah Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki.
Akhir hidupnya dipukuli / dicambuk sampai kulitnya terlepas (dikuliti), dan disalibkan dengan kepala ke bawah di India atau Armenia.

Rasul Thomas,
Meski dalam cerita Alkitab diceritakan kalau Thomas adalah murid Tuhan Yesus yang paling meragukan kebangkitan Kristus. Namun, setelah itu Kristus juga muncul kepadanya dan Thomas percaya sampai mati. Thomas kemudian disegel segala kesaksiannya dan akhir hidup Rasul Thomas dorong dan dengan pinus ditombak, disiksa, dibakar hidup-hidup.

Matius pemungut cukai,
Rasul Matius akhir hidupnya mati disiksa dan dibunuh dengan pedang di Nadabah, Etiopia.

Yakobus anak Alfeus,
Rasul Yakobus adalah pemimpin Gereja Yerusalem. Pada akhir hidupnya saat sedang berkhotbah dia dipukul, dilempari batu dan dijatuhkan dari atas bubungan Bait Allah tempat Tuhan Yesus dicobai di Yerusalem, dan dikuburkan di situ di samping Bait Allah.

Tadeus atau Yudas (bukan Iskariot),
Yudas saudara nya dari Tuhan Yesus di hukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
Ada juga yang menceritakan bahwa dia disalibkan di Edessa, Yunani.

Simon orang Zelot,
Simon adalah seorang fanatik Yahudi yang berusaha untuk mengatur rakyatnya bebas dari penindasan Romawi. Setelah dia melihat dengan mata sendiri bahwa Kristus telah bangkit, ia menjadi fanatik Injil.
Para sejarawan menceritakan tentang berbagai tempat Rasul Simon menyatakan kabar baik tentang Kristus di Mesir, Kirene, Afrika, Mauritania, Inggris, Libya, dan Persia.
Akhir hidupnya diceritakan disalibkan oleh gubernur di Suriah (di Britania, Eropa)

Yudas Iskariot,
Rasul yang dikenal karena menjual Tuhan Yesus ini akhir hidupnya mati gantung diri di luar Yerusalem.

Rasul Matias,
Rasul yang mengabarkan injil di tanah Ethiopia. Rasul Matias dipilih untuk sebagai pengganti Yudas Iskariot akhir hidupnya mati dengan cara dirajam dan dipenggal kepalanya di Yerusalem.

Rasul Paulus,
Rasul Paulus, dirinya penganiaya iman Kristen (Galatia 1:13), dibawa ke pertobatannya pada saat perjalanan ke Damaskus saat akan pergi menangkap dan membawa para pengikut Tuhan untuk dibawa ke Yerusalem yang kemudian akan disiksa (Kisah Para Rasul 9).
Akhir hidupnya Rasul Paulus di siksa dgn sangat kejam dan akhir nya di penggal kepala nya oleh Kaisar Nero di Roma pd thn 67. Pasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan surat-surat dari dia di buat dan di kirim dari penjara.

Nah, ga ada lagi alasan buat ngeluh saat ikut Tuhan.

Memang terkadang jalan terasa berbatu dan terjal, tapi percayalah, siapa yang setia sampai akhir dialah yang akan menerima mahkota keselamatan.
Begitu pula sebaliknya siapa yang meninggalkan mata air hidup, namanya akan tersurat di tanah.

#disadur dari berbagai sumber

Selasa, 09 Agustus 2011

Dirimu dan Diriku

dirimu seperti bayangan awan dilangit yang cerah...
berarak datang dan seketika menghilang
hanya bisa kupandang dan tak pernah bisa kuraih
sejauh mata memandang dan sedalam hati terasa
dirimu seperti semilir angin...
datang menyejukkan dan pergi meninggalkan rasa
tak sempat merasa dalam waktu lama
hanya menunggu angin itu datang lagi

dirimu seperti pasir dilaut...
saat kuraih kau masih ada
tapi ketika kugenggam kau terlepas diantara jemariku
meninggalkan sedikit debu yang hampir tak berarti
dirimu seperti cahaya sesaat...
hadir memenuhi ruangan hatiku yang gelap membeku
tapi ketika cahaya itu mulai menyala lebih terang
kuredupkan kembali menjadi seperti sediakala

itulah dirimu
semakin kupertahankan dirimu
semakin kau menjauh meninggalkanku
aku berlari menyusuri sisi lorong kehampaan tanpa batas
mencoba meraih satu keindahan baru
tapi yang tampak disana hanya bayang-bayang masa lalu
kupikir semuanya akan kembali lagi
kembali seperti dulu lagi
kembali diam dan menyendiri
sepi dan tak ada dirimu lagi

diriku kini seperti rumput kering dipadang
jatuh dan terbang menghilang dibalik hutan
kehilangan keseimbangan dan arah tujuan
berlari mengikuti bayangan kelam

kucoba menghentikan waktu
tapi waktu berlari meninggalkanku
kucoba duduk diam dan bertahan
sampai kesudahanku tiba
aku tak mampu bersuara dan berkata
hanya bisa menatap semuanya dan merenungi
akhir sebuah kehidupan lama dari seorang perempuan
perempuan biasa yang terlalu biasa menghadapi lelahnya hidup

waktu memaksaku memilih
satu dari keinginan yang tak bisa kuraih
mengalah dan membiarkan diri kembali terpuruk
dan membiasakan diri mereguk segelas sesal
dan sakit hati yang masih semangkuk penuh diatas meja hidupku

akulah dia
seorang perempuan biasa yang hampir tak mampu menghadapi kenyataan lagi
seorang perempuan lemah yang terlalu banyak berharap pada keadaan
seorang perempuan yang kemudian
berusaha mengakhiri semua kenyataan hidup ini

Sabtu, 16 Mei 2009

I'm Already Blessed

Maybe I’ve never made a fortune
But i never worried about that much
However,…. I’m very happy girl…

Sometimes,..
I realize that
I like to win, but i think i can’t
it’s almost certain i won’t
It’s all in the state of my mind

I aware that,..
There’s nothing to fear
I believe that i can win in every battle
Theres no one like me
That only me in this world today
I will find the happiness that endures

What i’m reaping first,
More than better anything i sowed.
Well, i thank God for that
For His blessing for me
and the mercies He’s bestowed to me
He help me not to be a griper
For gives me strenght and courage
I will not ask for other blessings
’cause I’m already blessed enough.

Minggu, 19 April 2009

Speak Up !!


"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya"
- Amsal 31:26

Sudah setahun ini saya diminta mengajar subyek public speaking untuk siswa kelas 4-6 SD. Banyak teman saya yang heran mendengar saya mengajar subyek tersebut untuk anak-anak SD. Dan, saya menjelaskan bahwa subyek ini akan menjadi ketrampilan yang akan mengantarkan mereka belajar berkhotbah atau menyampaikan firman Tuhan.

Salah satu poin yang saya ajarkan adalah ketika kita berbicara, maka kita perlu tahu apakah yang hendak kita bicarakan. Dengan demikian, kita tidak hanya sekedar berbicara saja. Meski demikian - namanya juga anak-anak ada saja yang mulutnya usil mengata-ngatai temannya. Meski maksud mereka bercanda, namun di kelas saya, ada peraturan bahwa setiap pembicaraan haruslah memiliki makna dan tujuan.

Sepatutnya kita pun memikirkan hal yang serupa. Ketika kita berbicara, maka kita tidak hanya akan mengeluarkan perkataan. Acap perkataan sampah keluar dari mulut kita ketika amarah sedang tidak terkendali. Sebaliknya pula ketika sedang bercanda, maka perkataan sia-sia pun tak jarang meluncur begitu saja. Sesungguhnya sebagai anak Tuhan, kita pun perlu memiliki ketrampilan berbicara. Tak perlu berlatih public speaking. Tetapi berlatih memperkatakan firman Tuhan pada tempatnya atau hal-hal yang dipenuhi dengan hikmat Tuhan.

Tentu saja kita tidak perlu selalu bersikap seperti orang aneh yang apa saja selalu dijawab dengan isi Alkitab. Buang setiap perkataan sia-sia, perkataan kotor, perkataan sampah, hentikan gosip, dusta, kata-kata yang kotor, mencemooh, menghina, dan merendahkan orang lain.
Bukankah kita telah ditebus oleh darah Yesus? Tuhan menebus seluruh hidup kita tanpa terkecuali. Tidak akan dibiarkanNya, lidah dan mulut kita tidak ikut dalam proses penebusan itu. Tentu saja aneh bukan?

Tuhan menginginkan kita memiliki hidup yang benar di hadapanNya. Itu termasuk membuka mulut dengan benar.


~ diambil dari seri renungan bulanan Wanita ~


Doaku...
Tuhan,.. ampuni aku dari perkataan sia-sia yang pernah kuucapkan.
Tuhan,.. perbaharuilah caraku berbicara agar tidak mendatangkan dosa bagiku dan bagi orang lain..

Sabtu, 18 April 2009

Sahabat Yang Bukan Sahabat

artikel niy diambil dari renungan harian Wanita edisi April 2009

"...tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib."
-Amsal 17:9

Saya merasa sangat nyaman dan hendak bercerita banyak hal dengan seseorang. Ketika saya bercerita sesuatu yang saya anggap penting dan membutuhkan saran serta dukungannya. Tiba-tiba ia mengeluarkan beberapa pernyataan yang bukannya mendukung, bukannya saran, malah sebuah tuduhan, menghakimi saya dan mengungkit masa lalu. "Perkara" yang tadinya nyaman untuk dibahas berubah menjadi "perkara" yang panas yang menimbulkan pertengkaran dan sakit hati. Inikah sahabat yang sama sekali tidak "bersahabat"?

Kerap kali kita mengaku sebagai orang Kristen yang baik, mau berbagi kasih, mengaku sebagai saudara di dalam Kristus, namun posisi kita sebagai saudara atau sahabat tidak sesuai dengan tindakan kita. Kita malah sering menimbulkan masalah dan mencari-cari perkara baru yang membuat suasana bukannya menjadi lebih baik, malah menjadi sebaliknya, lebih parah dari keadaaannya. Kita menjadi batu sandungan. Dengan sesama orang Kristen saja bisa menjadi musuh, apalagi dengan orang lain.

Jika kita telah memiliki hubungan yang baik dengan seseorang, jagalah hubungan itu agar tetap awet, mesra dan jauhi pertengkaran, jangan ciptakan pertengkaran atau masalah.Justru masalah yang ada diselesaikan. Orang yang mencari-cari masalah adalah orang yang tidak suka damai dan orang yang tidak suka damai itu adalah orang yang membenci kebenaran. Kebenaran Tuhan mengajarkan kita tentang kedamaian dan untuk terus tinggal dalam kedamaian itu sendiri.

Ketika kita memutuskan untuk menjadi sahabat, maka jadilah sahabat yang sesungguhnya. Ketika kita memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus, maka jadilah anak Tuhan yang sesungguhnya yang selalu berupaya menciptakan kedamaian dan suasana nyaman..

Kamis, 26 Maret 2009

My Hope is In You, Dad . .

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu?,
ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau disana;
jika aku menaruh tempat tidurku didunia orang mati,
disitupun Engkau.

Jika aku terbang dengan sayap fajar,
dan membuat kediaman di ujung laut,
juga disana tangan-Mu akan menuntun aku
dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Jika aku berkata:
"Biarlah kegelapan saja melingkupi aku,
dan terang sekelilingku menjadi malam,"
maka kegelapan bagi-Mu,
dan malam menjadi terang seperti siang;
kegelapan sama seperti terang

Mazmur 139:9-12

Jumat, 13 Maret 2009

Sudut Jiwa Yang Terhilang

sekantung jiwa terbang melayang
diantara lorong hati yang pekat
akulah dia sebentuk hati yang pernah datang
membawa semangkok penuh cahaya harapan
diantara beribu daun kering yang terbang melayang jauh

diam dan berusaha lari dari sebuah kekesalan hati
hidup terhimpit diantara ragu dan ketidak pastian
ah mestinya aku tak seperti ini
saat kulihat dirimu disudut penantianku

aku hidup diantara dinding kaku yang membujur
sepanjang hati yang tak pernah tahu
apa sebenarnya yang terjadi di luar sana
seberapa jauh harapan itu meninggalkan ku
ketika ku coba berdiam diri menunggu jiwa yang pergi menghilang

angin mencoba menjelaskan
awan bicara melawan arah
diantara tumpukan lembar-lembar bijak yang tak bisa kuraih
tapi kau menimbun akal sepanjang waktu
mana mungkin ku bisa seperti itu
kupastikan mencarimu diantara hembusan ribuan nafas
sampai ku lelah berjalan menyusuri tiap detik peluhku

sebaiknya ku tak memandangmu
seharusnya jiwa kecil ini tak mengharapkanmu

dan sekarang
aku berdiri di tepian padang gundah
bersama rumput kering yang masih menempel di antara jemari kaki
kuberangkat jauh meninggalkan penyesalan
berlabuh diantara seribu bayanganmu yang semakin hilang
akulah dia
sebentuk hati yang terlepas dari genggaman sebuah jiwa
yang semakin jauh pergi meninggalkan sudut dinding kaku hatiku

hey..
bangunkan aku sekarang..
aku tak ingin kembali ke masa itu..
karena ku tak mau jadi jiwa yang terhilang..

dedicate t "AD"

Selasa, 03 Maret 2009

Aku dan Sahabatku

Manusia bisa berubah,..tapi Persahabatan Akan Tetap Abadi

Memang benar,

Kehilangan seorang teman seolah-olah menjadi suatu beban berat bagiku, ketika akhirnya aku menyadari bahwa banyak persahabatan yang mengalami perubahan, aku dan sahabat-sahabatku bukanlah satu-satunya yang mengalami keretakan seperti ini. Dan akupun menyadari bahwa hal ini merupakan bagian yang normal dari suatu kehidupan yang harus aku jalani, aku mulai bisa lebih santai dan berusaha merelakannya.

Orang bisa berubah, tapi tidak berarti aku mesti kehilangan rasa sayangku pada sahabat-sahabat terbaikku. Meski banyak hal yang sekarang sudah berbeda, tidak berarti aku mesti melupakan saat-saat indah dan konyol yang pernah aku dan sahabatku lalui bersama. Aku akan selalu menyimpan kenangan-kenangan lama itu di tempat aman di hatiku. Kisah tersebut telah banyak mengajariku bahwa aku akan mengalami banyak perubahan berbeda sepanjang hidupku dan mereka.

Yang sulit bukanlah melenyapkan kenangan, melainkan bagaimana aku bisa mengumpulkan kekuatan untuk merelakannya. Dan sekarang yang terbaik adalah maju terus dan merelakan masa lalu dan biarkan selebihnya di tangan Tuhan.

Aku memang bukanlah tipe sahabat yang baik, karena kadang aku suka memaksakan kehendakku sendiri pada sahabat-sahabatku. Mungkin ini adalah salah satu dari sekian banyak faktor dari penyebab mengapa mereka meninggalkanku. Bukan apa-apa, tapi karena ketergantungan. Aku seperti kehilangan pegangan saat mereka tidak ada. Aku sangat tidak bisa lepas dari bayang-bayang sahabat, bahkan untuk mengambil suatu keputusanpun aku pasti mengandalkan mereka. Itulah kekuranganku, dan aku menyadarinya. Tuhan, ampuni aku karena selalu mengandalkan manusia daripada Engkau. Aku baru menyadarinya sekarang, karena semuanya sudah kutuai, kesia-siaan dan kesusahan adalah akhir dari semuanya.

Pada akhirnya aku hanya bisa menyesali semua keputusan yang aku ambil, menangis adalah satu-satunya pilihan terakhir yang harus aku lakukan. Aku terbelenggu dengan rasa ketidakpastian hidup dan frustrasi yang amat dalam hanya karena kehilangan seorang teman bicara. Aku berulangkali mencoba untuk tenang, tapi itupun tak mampu membendung kesedihanku. Apalagi beberapa waktu terakhir ini aku benar-benar dikerjain habis-habisan sama beberapa teman yang sudah kuanggap sahabat. Aku cm bisa geram, marah dengan emosi yang sangat menyala-nyala, tapi itu semua tak bisa merubah keadaan yang telah terlanjur terjadi.

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. Amsal 18:24

Beberapa waktu terakhir ini, aku kenal dengan seseorang, Peter namanya. Dia baik dan sangat menyenangkan kalau diajak bicara. Hatinya sama besar dengan langit yang tiada terbatas. Saat kami bicara, aku merasa seperti diberkati karena pembicaraan kami banyak membicarakan hal-hal yang mendatangkan kedamaian dihatiku. Kadang kami bicara sambil tertawa, berlimpah ruah dengan keceriaan. Dia itu teman yang sangat baik dan luar biasa, berbeda dari teman-temanku yang lain. Tuhan memang baik, Dia melakukan perkara yang besar disaat-saat yang tak terduga.

Tuhan tahu saat aku perlu pegangan hidup, saat aku kehilangan sahabat yang terdekat, Tuhan memberikan seorang sahabat yang lain, yang lebih baik dari sebelumnya. Bahkan mampu mengubah pandangan hidupku menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Kalau dulunya aku biasanya menghabiskan waktu bersama dengan sahabat-sahabatku dengan jalan-jalan dan bersenang-senang tanpa mendatangkan sesuatu yang mungkin lebih berguna. Tapi sekarang, aku dan sahabat baruku lebih banyak berdiskusi, membicarakan bagaimana berkat Tuhan.

Sahabat baruku ini sangat membantuku, apapun masalahku, saat aku membicarakan bersama dengannya, pasti aku punya jalan keluar. Kami sering membicarakan banyak hal, dari hal-hal yang penting sampai yang tidak penting. Dari hal-hal yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal sekalipun. Aku banyak mengerti bahwa kehidupan ini selalu berputar, kadang memang ada saatnya bagiku untuk susah tapi saatnya sekarang bagiku untuk melupakan segala hal yang mendatangkan kesusahan bagiku karena aku percaya bahwa aku adalah ciptaan Tuhan, jadi Tuhan sangat tahu setiap kesusahan dan kebutuhanku.

Kesimpulannya adalah, sahabat baruku ini adalah sukacita, anugrah, kekuatan yang tak terduga, luar biasa yang tak dapat ku lukis dengan kata-kata.

Tapi bagaimanapun juga, seorang sahabat sejahat-jahatnya mereka tetap punya tempat spesial buatku, memang benar kalau teman-temanku yang dahulu lebih banyak membuatku susah dan sengsara, tapi justru aku banyak belajar dari mereka, bagaimana memberi disaat aku berkekurangan. Bagaimana menolong orang lain disaat akupun sebenarnya memerlukan pertolongan. Dan aku belajar bahwa tanpa merekapun aku bisa hidup sendiri karena aku sebenarnya sangat kuat dan berharga bahkan sangat berharga. Tuhan memang adil, Praise God.

Karena aku sangat menghargai nilai sebuah persahabatan, maka aku sangat berharap kalau persahabatanku kali ini bukanlah untuk suatu jangka pendek setelah dua atau tiga bulan kedepan aku harus kehilangan lagi, tapi untuk waktu yang tak terbatas, walau harus ku akui bahwa tidak ada persahabatan sejati hanya Tuhan satu-satunya yang mampu menjadi sahabat baikku disaat-saat jiwaku terasa kering.

Tuhan memang tak kelihatan,.. tapi aku sungguh yakin bahwa aku hidup sekarang bukan karena melihat tapi percaya akan Bapa yang tidak kelihatan.. Lewat sahabat-sahabat terbaik yang Bapa beri.. aku tahu Bapa memberiku kekuatan baru tiap hari

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Amsal 17 : 17

Sabtu, 23 Agustus 2008

Kenapa Harus Sekarang?

Kali ini untuk beberapa posting kedepan, mey coba nulis tentang “kami” yang sebelumnya sangat saling mengasihi, dan ketika tragedi itu terjadi dan seseorang akhirnya terlepas dari lingkaran indah sebuah keluarga, aq, dan saudaraku yang lain mulai melepaskan genggaman-genggaman erat kami sebelumnya,.. semoga Tuhan menyatukan kami kembali…

Kenapa Harus Sekarang??

Saat kubertanya-tanya kepada Tuhan.
Kenapa yang indah harus selalu diambil?
Kenapa harus diambil secepat ini?
Kenapa harus dipanggil secepat ini?
Kenapa harus ada kematian?

Aku ditegur Tuhan,
”Ini akibatnya
jika kamu terlalu berorientasi pada dunia”
Semua itu bukan akhir dari segalanya.
Dan kita semua masih bisa bertemu
Dirumah Bapa di Surga

Aku senang sekali membayangkan
Akhirnya kita semua bisa berkumpul bersama.
Kini aku hanya bisa berbuat yang terbaik
Di kesempatan yang ada ini.
Agar membuat sisa dari semuanya
Menjadi sangat bermakna.
Aku akan melakukan semaksimal mungkin
Untuk membuat ”adikku”
Tersenyum bahagia

Hank-Medan
4 Maret 2008 ~ 22.06

Ini tulisan terbaik dari seorang kakak buat adik tercinta, yang sangat membuatku heran bercampur bahagia, kami belum pernah bertemu satu kalipun, tapi sudah seperti bertahun-tahun bersama dan kami punya rencana untuk bertemu… sampai akhirnya… semuanya cuma rencana dan Tuhan berkehendak lain…^_sad

Minggu, 27 April 2008

Ayo Bangun.. !!!!

Akhirnyaaa.....
setelah terpuruk dalam kedudulan hidup beberapa hari terakhir ini,....
satu keputusan sudah kuambil... TETAP MELANGKAH... jangan tengok ke belakang lagi...
AYO BANGUN,... bukan saatnya tidur dan diam dalam kesedihan mendalam, karena semuanya tidak akan membalikkan keadaan... JANGAN PERNAH MENYERAH,... masih ada hal lebih penting sekarang !!!...

Mestinya aku sudah lebih matang, bukankah hal ini bukan yang pertama buatku, tapi begitulah.... aku masih manusia, dan kedaginganku masih ada, harus dikikis lagi biar Roh Allah saja yang hidup dalamku.

Bangun dan mulai melangkah lagi, meneruskan sisa kehidupan, menjadi lebih baik, memulai lagi sesuatunya dari awal, membentuk jiwa dan memperbaiki kesalahan, mungkin itu yang terlebih baik sekarang daripada yang lainnya...

Thanks buat sista'2ku dan seorang bro' terbaik yang tak henti2nya dengan sabar menasehati, menguatkan dan selalu ada saat aku perlu... Semoga Tuhan yang punya berkat akan membalas semuanya (",)...

Sabtu, 15 Maret 2008

Tentang Pertemanan


Memiliki seorang sahabat
Sama seperti memberi hadiah
Pada diriku sendiri

Seorang sahabat yang masuk di dalam hidupku
dan berlalu dengan cepat.
Ada juga yang tinggal beberapa dan meninggalkan jejak.
Dan karena jejak itu
diri kita pun tidak akan pernah sama dengan
keadaan kita sebelumnya.

Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan
Banyak pengertian, waktu dan rasa percaya.
Dengan semakin dekatnya masa hidup yang tidak pasti,
Teman-teman adalah
Harta yang paling berharga dari semuanya.

Dan saat-saat seperti ini,
Orang mulai menyalahkan keadaan
Tapi aku tak percaya dengan keadaan
Tapi kehidupan yang baru, itu yang aku percaya
Tak ada gunanya lagi melihat keadaan
Karena semuanya tak kan bisa membalikkan keadaan

Tentang persahabatan,..
Bagaimanapun persahabatan itu
Antara aku dan sahabatku ada suatu jalinan yang tak terlihat
Oleh kasat mata manusia
Tapi mata hati..
Yang mampu mengubah keadaan yang terjadi

Aku tahu,...
Aku tak ada disampingnya
Dia tak ada disampingku juga
Aku membutuhkannya
Dan dia memelukku dari jauh
Karena dia tahu, yang aku butuhkan adalah
Sebuah pelukan hangat dijiwa dan sebuah genggaman erat

Dia menggenggamku dan berkata
Menangislah,.. karena kau membutuhkan itu...



..maret '08..
gaty mah c susan... masih ingat kan... ^^

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites