Daisypath Happy Birthday tickers
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Dirimu dan Diriku

dirimu seperti bayangan awan dilangit yang cerah...
berarak datang dan seketika menghilang
hanya bisa kupandang dan tak pernah bisa kuraih
sejauh mata memandang dan sedalam hati terasa
dirimu seperti semilir angin...
datang menyejukkan dan pergi meninggalkan rasa
tak sempat merasa dalam waktu lama
hanya menunggu angin itu datang lagi

dirimu seperti pasir dilaut...
saat kuraih kau masih ada
tapi ketika kugenggam kau terlepas diantara jemariku
meninggalkan sedikit debu yang hampir tak berarti
dirimu seperti cahaya sesaat...
hadir memenuhi ruangan hatiku yang gelap membeku
tapi ketika cahaya itu mulai menyala lebih terang
kuredupkan kembali menjadi seperti sediakala

itulah dirimu
semakin kupertahankan dirimu
semakin kau menjauh meninggalkanku
aku berlari menyusuri sisi lorong kehampaan tanpa batas
mencoba meraih satu keindahan baru
tapi yang tampak disana hanya bayang-bayang masa lalu
kupikir semuanya akan kembali lagi
kembali seperti dulu lagi
kembali diam dan menyendiri
sepi dan tak ada dirimu lagi

diriku kini seperti rumput kering dipadang
jatuh dan terbang menghilang dibalik hutan
kehilangan keseimbangan dan arah tujuan
berlari mengikuti bayangan kelam

kucoba menghentikan waktu
tapi waktu berlari meninggalkanku
kucoba duduk diam dan bertahan
sampai kesudahanku tiba
aku tak mampu bersuara dan berkata
hanya bisa menatap semuanya dan merenungi
akhir sebuah kehidupan lama dari seorang perempuan
perempuan biasa yang terlalu biasa menghadapi lelahnya hidup

waktu memaksaku memilih
satu dari keinginan yang tak bisa kuraih
mengalah dan membiarkan diri kembali terpuruk
dan membiasakan diri mereguk segelas sesal
dan sakit hati yang masih semangkuk penuh diatas meja hidupku

akulah dia
seorang perempuan biasa yang hampir tak mampu menghadapi kenyataan lagi
seorang perempuan lemah yang terlalu banyak berharap pada keadaan
seorang perempuan yang kemudian
berusaha mengakhiri semua kenyataan hidup ini

Senin, 18 Januari 2010

Malam Yang Lain

Gadis muda berkemas cepat
Melipat pakaian, mengunci lemari dan jendela kamar
Mengambil sepatu dan mengendap-endap keluar kamar
Dia beranjak pergi menuju pintu belakang yang sengaja tak dikunci
Dan sewaktu melewati kamar ibunya, dia berhenti
dan mendengarkan ibunya berkata :

"Tuhan,
Katakan pada putriku bahwa aku mencintainya
dan aku tak ingin dia pergi jauh
kami menyebutnya malaikat yang paling istimewa
dan Tuhan,
katakan padanya lagi bahwa aku tak pernah sungguh-sungguh membencinya
ketika kata-kata kasarku keluar saat ku marah.
aku hanya ingin dia menyayangiku dan mematuhiku saja."

Gadis itu terdiam, berpikir sejenak
kembali mengendap-endap ke kamarnya
mengunci pintu dan mematikan lampu.

Hari berikutnya, malam yang lain pula.

Dia merindukan sesuatu yang tak nyata
Dan gadis muda berubah menjadi dewasa
Berpegang pada iman yang hampir padam
dia berdoa :

"Tuhan,
tolong katakan pada ayahku bahwa aku mencintainya
dan bahwa aku berharap dia terus mencintaiku.
ketika yang lain mentertawakan kehidupan kami
aku bangga kepadanya
saat dia tak mampu berusaha dan merasa tak berharga
bagiku dia masih seorang ayah terbaik di dunia
dan Tuhan,
katakan padanya lagi bahwa yang kuinginkan cuma sepasang sayap
bukan sebuah sangkar indah yang berkilau
aku ingin dia mengerti semuanya
bahwa aku bukan boneka kecilnya lagi".

Gadis itu membetulkan piyamanya
mengunci pintu dan mematikan lampu.

Hari berikutnya, malam yang lain pula.
Selembar tahun tersibak.

Cahaya bulan menembus keatas meja kosong disamping jendela
Gadis muda duduk disamping meja
berlutut dan memejamkan mata
dia berdoa :

"Tuhan,
tolong katakan pada kekasihku bahwa aku mencintainya
dan berharap dia tak pernah jauh dariku
aku memikirkannya setiap hari dan aku harap dia pun begitu padaku
dan Tuhan,
katakan padanya lagi bahwa
aku mungkin tak bisa bersamanya
karena keadaan yang tak biasa
dan keharusan yang tak bisa di tolak
buatlah dia mengerti ini cuma sebuah situasi buruk".

Gadis itu menyisir rambut, membetulkan selimut
mengunci pintu dan mematikan lampu.

Hari berikutnya, malam yang lain pula.
Gadis muda masih di tempat yang sama.
melipat tangan dan memejamkan mata
dia berdoa :

"Tuhan,
tolong katakan pada semua
bahwa aku mencintai mereka dan berharap mereka pun mencintaiku
dan Tuhan,
buatlah ku tidur nyenyak malam ini
siapkan hari yang indah buatku besok".

Sabtu, 28 November 2009

Celakamu Bukan Celakaku

Mati aku...
kataku pada diriku...
kejadiannya begitu cepat terjadi,
aku tak sempat mengedipkan mata.
tiba-tiba saja dia pergi menghilang...

Wah celaka...
aku tertipu lagi kali ini...
secepat kilat bayangannya itu menghilang
diantara ribuan hembusan nafas dan peluh didepan mata
dan sekali lagi ku tak bisa menyimak gambar dirinya
bahkan dengan ekor mataku sekalipun

Haduh...
kupikir ku jagoan sekarang
tapi ternyata...
ada iblis jantan yang lebih lihai dariku
cakarnya sempat melukai lenganku
dia nyaris menguras hatiku tapi aku tak sadar sama sekali...

Bodoh... bodoh...
Mestinya kucekik saja dia ketika bertemu pertama kali
kupatahkan tandukmu biar kau tak bebas bergerilya lagi
halah... kenapa baru terpikir sekarang?
mungkin lain kali belati langsung kudaratkan ke jantungnya kalau bertemu
biar dia tahu bagaimana upah menipu.

Mati aku...
kataku pada diriku sendiri..

Eh, tapi jangan mati dulu...
kataku lagi pada diriku...
kita selesaikan dulu persoalan ini
sampai semua tuntas
dan biarkan jiwanya yang mati dan gentayangan di lembah hantu
bukan diriku..

Dia mungkin jagoan
tapi aku seorang ksatria..
Aku pasti bisa membuatnya berlutut padaku
aku bisa membuatnya menderita karena aku
dalam sekejap aku bisa menghabisimu kalau ku mau

Haduh... celaka... mati aku...
siapkan kata-kata itu untuk dirimu
ketika kau tersesat dan bertemu denganku sayang..

Kamis, 29 Oktober 2009

Belajar

Belajar adalah memulai,_
Memulai hidup untuk sebuah pelajaran.

Belajar adalah lagu,_
Lagu yang bersenandung indah dari hati.

Belajar adalah waktu,_
Waktu yang datang disaat yang tepat.

Belajar adalah sukses,_
Sukses menyisihkan duka.

Belajar adalah gembira,_
Gembira ketika aku tak mampu tertawa.

Belajar adalah kunci,_
Kunci untuk menutup semua pintu masa lalu.

Belajar adalah takut,_
Takut untuk melakukan kesalahan yang sama.

Belajar adalah mencoba,_
Mencoba untuk melakukan sesuatu.

Belajar adalah merubah,_
Merubah keadaan menjadi lebih baik.

Belajar adalah berpikir,_
Berpikir sebelum memulai sesuatu.

Belajar adalah mengulang,_
Mengulang kesuksesan yang tertunda.

Belajar adalah jujur,_
Jujur dalam segala hal.

Belajar adalah berani,_
Berani mengakui kesalahan sendiri.

Belajar adalah hidup,_
Hidup dari pembelajaran.

Kamis, 24 September 2009

Memilihmu

Aku mencoba belajar memilihmu
Karena sebuah hatimu terjulur padaku
Dan sebongkah jiwa dan perasaanmu mengalir
Mencoba menembus tembok tebal yang mengurung hatiku
Dari semua sisi
Tembok yang membantuku menyimpan semua emosi

Pikirku kau tak akan mungkin bisa masuk
Karena ku tak berusaha untuk keluar
Kau pun bertanya
Ada apa sebenarnya.. ?

Tembok kokoh yang kubuat tidak akan pernah terlihat
Karena berasal dari sebuah perasaan hati yang tidak pernah aman
Setiap kali hatiku rapuh dan luka
Setiap kali itu pula itu bertumbuh semakin parah
Akupun mulai membangun tembok kaku
Tembok tebal yang tidak mungkin lagi jatuh

Penyebabnya bukanlah dirimu
Karena itulah kucoba memilihmu
Teruslah,..
Mencoba menembus maju
Ingin sekali aku menunjukkan diri
Kasih sayangmu akan sangat berarti
Sedikit demi sedikit coba remukkan tembokku ini
Sampai batu-batunya berjatuhan sendiri sampai tak tersisa

Ku coba memilihmu
Untuk membantuku merubah dan meninggalkan
Segala sakit hati dan kegagalan yang bertumpuk
Di dalam hati dari tahun-tahun pedih
Sebenarnya…
Aku takut bahkan sangat takut membiarkanmu masuk
Ku yakin akan kembali membuatku terpuruk

Sudah kucoba membongkar tembokku
Namun usahaku sia-sia
Sudah kucoba sekuat tenaga
Mendorong satu per satu batu dari tumpukannya
Tumpukan batu yang kudirikan sendiri
Dari setiap sakit hati dan kepedihan

Itulah sebabnya aku memilihmu
Berharap kau cukup peduli
Saat rasa sakit digantikan dengan kasih sayang
Semoga kau peduli
’tuk mencari kekuranganku itu
Apapun terjadi,..
Karena aku telah memilihmu…

Senin, 31 Agustus 2009

Pagi Ini . .

Hari masih pagi
Daun masih belum kering dari sisa-sisa embun semalam
Ketika itu sehelai rambutku jatuh
tepat diatas cangkir teh yang masih mengepul diatas meja

Ku berpindah tempat
Pintu masih tertutup rapat
Angin menderu di luar sana .. berisik uughh ..
Sepiring kue kering masih tak terjamah diatas meja disudut sebelah sana

Apa ini?
Semua itu apa?
Pikiranku melayang tak tentu arah..
tapi aku masih saja disini, sendiri disudut kamar
yang gelap dan hanya dterangi berkas-berkas yang masuk diantara sudut-sudut jendela
yang tirainya sengaja kubuka lebar

Baju ini.. akh..
Sudah berhari-hari kupakai
Dan terasa susah untuk kulepas dan ganti yang baru
Iya benar.. Aku sudah berbenah
Mandi dan berhias diri, tapi baju ini tak mau lepas dariku
Sudahlah biarkan saja..
toh tak ada yang tau hal ini...

Hari masih pagi
Tapi matahari sudah mulai tinggi
Aku masih malas membuka jendela
Buat apa?
Tak ada yang peduli diriku

Mereka cuma datang dan pergi
Lalu lalang seperti orang buta di hadapanku
Mereka makan makananku,..
Minum dari cangkirku,..
Pakai pakaianku,..
Merasuki pikiranku,..
Tapi setelah itu pergi meninggalkan sampah-sampah berserakan ditempatku
Rumahku berantakan, tapi mereka hanya tertawa melihat semuanya..

Tampar aku kalo mau
Telanjangi aku biar puas sekalian
Masih kurang??
Bawa kabur saja semua isi rumahku dan bakar semuanya biar tak berjejak
Tapi lakukan sampai bersih
kalau kau tak mau satu tusukan belati dariku

Hari masih pagi,..
Tapi panas matahari mulai membakar isi kamarku
Aku tidak kumal tapi aku tidak mau menampakkan diri di jalan
Seperti perempuan murahan atau pengemis kurus yang menanti recehan berkilau
di dalam kaleng karatan.

Teh itu sudah dingin dan terasa pahit
Aku tahu walau tak ku cicipi
Aromanya sudah menyebar keseluruh rumah
Tapi kalau kau mau cobalah..
Dan kau akan mengerti arti dari semua ini

Hari tak pagi lagi..
Kalau kau buta hati datanglah kemari
Pintu rumahku tak kukunci
Kau boleh masuk tapi jangan kau usik diriku
Aku mau beristirahat
Istirahat dari penat dan lelahku selama ini
Jangan pernah mencoba membangunkanku kalau tak ku minta

Hari benar-benar tak pagi lagi...

Sabtu, 16 Mei 2009

I'm Already Blessed

Maybe I’ve never made a fortune
But i never worried about that much
However,…. I’m very happy girl…

Sometimes,..
I realize that
I like to win, but i think i can’t
it’s almost certain i won’t
It’s all in the state of my mind

I aware that,..
There’s nothing to fear
I believe that i can win in every battle
Theres no one like me
That only me in this world today
I will find the happiness that endures

What i’m reaping first,
More than better anything i sowed.
Well, i thank God for that
For His blessing for me
and the mercies He’s bestowed to me
He help me not to be a griper
For gives me strenght and courage
I will not ask for other blessings
’cause I’m already blessed enough.

Selasa, 21 April 2009

Perempuan


Perempuan itu..
..cahaya di pagi hari
..gelembung-gelembung sabun berwarna-warni
..embun di setiap helai daun
..langit luas tanpa batas
..alunan musik indah yang terdengar
..gemericik air sungai yang sejuk
..hamparan ladang yang indah menghijau
..mutiara di tengah lautan

Perempuan itu..
..awan putih yang berarak dari satu tempat ke tempat lain..
..bisikan hati yang indah untuk didengar
..kumpulan puisi yang tertulis indah di antara ribuan hati..
..sutra halus yang tak ternilai harganya..
..mata uang yang hilang dan tak tergantikan nilainya..

Perempuan kadang tak bisa melawan
tapi perempuan mampu berjuang

Perempuan sering tak bisa menghindar
tapi perempuan adalah sosok ksatria

Perempuan banyak kali terhina dan terlupakan
tapi perempuan akan selalu dikenang

Kami perempuan..
tak pernah mengenal kata menyerah dalam segala hal
karena kami berjuang mempertahankan naluri dan kesempatan
karena itulah kami bertahan sampai sekarang..
hati kami satu dan seribu jiwa ada pada kami
dan apa yang kami punya tidak ada padamu
kami memberi dengan hati bukan dengan kekerasan dan pemaksaan

Perempuan itu..
... adalah kami ...

Jumat, 13 Maret 2009

Sudut Jiwa Yang Terhilang

sekantung jiwa terbang melayang
diantara lorong hati yang pekat
akulah dia sebentuk hati yang pernah datang
membawa semangkok penuh cahaya harapan
diantara beribu daun kering yang terbang melayang jauh

diam dan berusaha lari dari sebuah kekesalan hati
hidup terhimpit diantara ragu dan ketidak pastian
ah mestinya aku tak seperti ini
saat kulihat dirimu disudut penantianku

aku hidup diantara dinding kaku yang membujur
sepanjang hati yang tak pernah tahu
apa sebenarnya yang terjadi di luar sana
seberapa jauh harapan itu meninggalkan ku
ketika ku coba berdiam diri menunggu jiwa yang pergi menghilang

angin mencoba menjelaskan
awan bicara melawan arah
diantara tumpukan lembar-lembar bijak yang tak bisa kuraih
tapi kau menimbun akal sepanjang waktu
mana mungkin ku bisa seperti itu
kupastikan mencarimu diantara hembusan ribuan nafas
sampai ku lelah berjalan menyusuri tiap detik peluhku

sebaiknya ku tak memandangmu
seharusnya jiwa kecil ini tak mengharapkanmu

dan sekarang
aku berdiri di tepian padang gundah
bersama rumput kering yang masih menempel di antara jemari kaki
kuberangkat jauh meninggalkan penyesalan
berlabuh diantara seribu bayanganmu yang semakin hilang
akulah dia
sebentuk hati yang terlepas dari genggaman sebuah jiwa
yang semakin jauh pergi meninggalkan sudut dinding kaku hatiku

hey..
bangunkan aku sekarang..
aku tak ingin kembali ke masa itu..
karena ku tak mau jadi jiwa yang terhilang..

dedicate t "AD"

Sabtu, 15 Maret 2008

Tentang Pertemanan


Memiliki seorang sahabat
Sama seperti memberi hadiah
Pada diriku sendiri

Seorang sahabat yang masuk di dalam hidupku
dan berlalu dengan cepat.
Ada juga yang tinggal beberapa dan meninggalkan jejak.
Dan karena jejak itu
diri kita pun tidak akan pernah sama dengan
keadaan kita sebelumnya.

Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan
Banyak pengertian, waktu dan rasa percaya.
Dengan semakin dekatnya masa hidup yang tidak pasti,
Teman-teman adalah
Harta yang paling berharga dari semuanya.

Dan saat-saat seperti ini,
Orang mulai menyalahkan keadaan
Tapi aku tak percaya dengan keadaan
Tapi kehidupan yang baru, itu yang aku percaya
Tak ada gunanya lagi melihat keadaan
Karena semuanya tak kan bisa membalikkan keadaan

Tentang persahabatan,..
Bagaimanapun persahabatan itu
Antara aku dan sahabatku ada suatu jalinan yang tak terlihat
Oleh kasat mata manusia
Tapi mata hati..
Yang mampu mengubah keadaan yang terjadi

Aku tahu,...
Aku tak ada disampingnya
Dia tak ada disampingku juga
Aku membutuhkannya
Dan dia memelukku dari jauh
Karena dia tahu, yang aku butuhkan adalah
Sebuah pelukan hangat dijiwa dan sebuah genggaman erat

Dia menggenggamku dan berkata
Menangislah,.. karena kau membutuhkan itu...



..maret '08..
gaty mah c susan... masih ingat kan... ^^

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites