Daisypath Happy Birthday tickers

Rabu, 25 Juli 2012

Judgment



Scripture:
"Stop judging, and you will never be judged. Stop condemning, and you will never be condemned. Forgive, and you will be forgiven." Luke 6:37

Don't you hate being judged? I hate it too. You know, judgment is a soul toxin, maybe one of the worst.
But today, Jesus is giving you the remedy to avoid being judged, one you might not have heard. In fact, if you're like me, you might have been doing just the opposite, unknowingly heaping more and more judgment in your life. But today we can start to reverse that.

Answer This
If you were facing a trial and had the option of being either in the defendant's shoes (the one being judged) or the prosecutor's shoes (the one doing the judging), which would you choose? If you were me, you would choose the prosecutor's chair, because that is the one safe from judgment, right? WRONG. Jesus said it's actually the opposite. And I want you to read a story with me to prove it.

"The scribes and the Pharisees brought a woman who had been caught committing adultery. They made her stand in front of everyone and asked Jesus, 'Teacher, we caught this woman in the act of adultery. In his teachings, Moses ordered us to stone women like this to death. What do You say?' They asked this to test Him. They wanted to find a reason to bring charges against Him. Jesus bent down and used His finger to write on the ground. When they persisted in asking Him questions, He straightened up and said, "The person who is sinless should be the first to throw a stone at her." Then He bent down again and continued writing on the ground. One by one, beginning with the older men, the scribes and Pharisees left. Jesus was left alone with the woman. Then Jesus straightened up and asked her, "Where did they go? Has anyone condemned you?" The woman answered, "No one, Sir." Jesus said, "I don't condemn you either. Go! From now on don't sin." (John 8:3-11)

Let It Sink In
Imagine that you're her. Think of your worst sin, the thing you most desperately want to keep from other people. I know I have mine. Now imagine that all the authorities in your life have brought you to face your punishment before God and everyone else. 
How do you feel? Probably like me, terrified! But then instead, Jesus gets down off of the Judge's chair, walks over to your accusers, and says, "Well, which one of you are perfect? You can be the one to cast the judgment." And then one by one, they drop their charges. Then He walks over to you, and He says—and this is actually what He is saying to you now—"I don't condemn you either. Go and be free of your sin."


Judge Not, and You Will Not Be Judged
You see, out of all the people in the story with Jesus, only one received His forgiveness—the one facing judgment, not casting it. As long as you are in the judgment seat, Jesus says you are actually going to receive it the most! "Do not judge, or you too will be judged. For in the same way you judge others, you will be judged, and with the measure you use, it will be measured to you." Matthew 7:1-2.
It's like you are trying to dig your way out of a ditch, but with every pile of dirt you shovel out, one more is piled in. That's what happens when you judge others. In fact, Jesus goes on to say that the bad you see in others are actually your own flaws: "Why do you look at the speck of sawdust in your brother’s eye and pay no attention to the plank in your own eye? How can you say to your brother, ‘Let me take the speck out of your eye,’ when all the time there is a plank in your own eye? You hypocrite, first take the plank out of your own eye, and then you will see clearly to remove the speck from your brother’s eye." Matthew 7:3-5.
It's like you were sitting in your house, noticing everyone's flaws out the window, but what you don't realize is that you're not looking at a window, but a mirror. And every judgment you cast on "others" is actually one you're casting on yourself.

The Remedy
So what's the remedy? The antidote to judgment is actually mercy.
That's what Jesus showed with the adulterous woman. Actually I shouldn't call her that; I should more rightly call her the forgiven woman. Because when she was at her lowest, Jesus showed her mercy, and it gave her forgiveness. The Bible says, "Mercy triumphs over judgment." James 2:13 
In a fighting match, mercy is stronger than judgment. So if you are feeling clogged up with judgment-for yourself and for others-God wants you to take a mercy pill. He wants you to first accept the mercy He is offering you, and then start to give it to others. He wants you to put yourself in the position of the adulterous woman and not in the position of her judges. Because as you give mercy, you will receive it in return.
 
Take a Mercy Pill
Take God's mercy pill today...and start to take it everyday. 
Every time you start to judge someone, just pause and take a dose of God's mercy instead. Think of how many of your flaws Jesus has forgiven. Let it flow through your soul and touch others in return. 
For example, today I was at the grocery store, and started to judge the woman in front of me. But then I started to think instead of all the good things about her, and I started to feel mercy for myself too! It's the same for you: you can start to live a life of mercy for yourself and others.








Source : ichristianlife by email


Senin, 23 Juli 2012

Penurutan






"Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, 
teringatlah aku kepada Tuhan,
dan sampailah doaku kepadaMu,
ke dalam baitMu yang kudus"
~Yunus 2:7

Cerita tentang Yunus ini sudah kita kenal semenjak kecil. Sekolah minggu sering mengajarkan cerita ini. Cerita yang terkenal karena Nabi Yunus lari dari suruhan Tuhan dan akhirnya tinggal di perut ikan besar sesuai dengan penentuan Tuhan (Yunus 1:17).

Latar belakangnya karena, Tuhan berfirman kepada Yunus untuk pergi memperingatkan kota Niniwe akan segala kesalahan mereka yang sudah terlampau besar di mata Tuhan.

Siapakah kota Niniwe ini?
Kota Niniwe ini adalah suatu kota yang besar, berpenduduk lebih dari 120.000 orang dan kaya akan ternak, tapi mereka semua tidak tahu membedakan tangan kanan dan kiri. Dalam artian, mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik (Yunus 4:11).

Itulah sebabnya Tuhan menyuruh Nabi Yunus untuk memperingatkan mereka, supaya mereka bertobat sebagai tanda Tuhan mengasihi mereka dan tidak mau mereka binasa.

Tapi apa yang terjadi? Nabi Yunus ini lari dari tugasnya (Yunus 1:2). Tetapi Tuhan mengejarnya dengan mendatangkan angin ribut ke laut.
Hal ini menjadi gambaran dalam kehidupan kita.
Kita diutus Tuhan untuk menyampaikan Firman kepada orang lain, kepada keluarga kita, teman-teman, tetangga atau siapapun yang kita merasa terbeban untuk dilayani. Itu adalah tugas yang disuruhkan Tuhan.
Seringkali kita berontak, tetapi apapun itu kalau Tuhan sudah menetukan apa yang menjadi perkataanNya, kemanapun kita lari Tuhan akan mengejar kehidupan kita.

Tapi biarlah kita menyadari dan kembali. Ketika kita berada di titik keterbatasan kita. Ingatlah pada Tuhan.
Ayat Firman Tuhan ini mengajak kita untuk selalu mengingat Tuhan dan menyadari setiap keterbatasan kita.

Kalau Yunus di perhadapkan dengan ikan besar, maka kita diperhadapkan dengan masalah-masalah besar (itu kalau kita mencoba lari dari tugas yang sudah Tuhan berikan kepada kita).

Kita mengambil contoh kota Niniwe ini. Mereka menerima Firman, dan langsung bertobat, kembali kepada Tuhan, setelah mendengarkan Firman Tuhan. Sehingga mereka di jauhkan Tuhan dari murka.

Intinya sederhana, lebih baik kita menurut semua perkataan Tuhan daripada kita keras kepala dan akhirnya Tuhan mengejar kehidupan kita.

Pengkhotbah 4:17 "... Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik 
daripada mempersembahkan korban..."

Kembali ke Nabi Yunus, ketika Tuhan mengejar kehidupannya, dia menyadari dan tidak menyangkali, sehingga ketika di tanya oleh para awak kapal tempat dia menumpang untuk lari ke Tarsis, dia tidak menyangkalinya. 
Begitu pula ketika dia di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, Nabi Yunus tidak tinggal diam saja, tapi kemudian menyadari dan berdoa mencari pertolongan kepada Tuhan.

Jadi, mari kita belajar untuk menjadi orang-orang yang menurut setiap perkataan Tuhan. Karena, sama seperti kota Niniwe, meskipun dosa mereka terlampau besar hingga sampai kepada Tuhan, Tuhan masih memberi pengasihan kepada mereka, dan karena mereka mendengar dan menurut setiap perkataan Tuhan, maka berkat Tuhan turun atas mereka. Begitu pula kita, tidak susah untuk menurut, hanya perlu ketulusan hati, karena ingatlah, meskipun kita terkadang sering tidak setia kepada Tuhan, tetapi Tuhan selalu setia dengan kehidupan kita.


Kamis, 19 Juli 2012

Time will tell ..


Just got this from FB Application ,.
i found it before at Ocha (my friend) page ... wkwkwk ...
its so funny ... i just want to try it too ...
and ... here is the result wahhhhh ....


Lama sekalee ... ^_^

Haha....
Nevermind, it just lol appl..

I believe that everything has time from God ...
To everything there is a season, A time for every purpose under heaven
~ Ecclesiastes 3:1
He has made everything beautiful in its time..... (10a)
 Amen for it :)


Selasa, 17 Juli 2012

Kisah Akhir Para Rasul

"Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
 -Lukas 21:19

Buat yang sering merasa hidupnya tak berguna dan terlalu banyak menderita dengan segala keadaannya, sehingga memilih jalan pintas meninggalkan Tuhan, atau memilih kesenangan semu dengan meninggalkan Tuhan karena popularitas, jabatan dan harta duniawi. Coba lihat kisah akhir para Rasul, sepanjang hidup mereka sampai dengan kematian datang.
Tidak ada rasa mengeluh meski mungkin dalam hati mereka ingin berontak, tapi demi kebenaran Injil dari Tuhan, terus setia mempertahankan panggilan Tuhan sampai nafas terakhir mereka.

Rasul Petrus,
Semasa hidupnya Rasul Petrus berkhotbah Injil di Pontus, Galatia, Kapadokia, Betania, Italia, dan Asia.
Rasul yang dikenal karena pernah menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Akhir hidupnya disalib dengan kepala kebawah di kayu salib yang berbentuk huruf X sesuai permintaan Petrus sendiri di Roma, Itali. 
Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib sperti Tuhan Yesus.

Rasul Andreas,
Rasul Andreas ini berkhotbah di Scythians dan Thracia. Saudara Simon Petrus ini sebelumnya didera dan diikat di kayu salib berbentuk huruf X dan tergantung selama dua hari di Patrae, Yunani dan di sana juga ia dikuburkan.
Sebelum meninggal, Andreas di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara ini mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaan nya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia :
"Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat bahagia dengan di siksa dan disalib seperti Yesus".
Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada hentinya terus berkhotbah, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkhotbah sambil di hukum cambuk.

Rasul Yakobus anak Zebedeus,
Rasul Yakobus ini adalah Rasul yang sesuai cerita Alkitab merupakan Rasul yang pertama kali di panggil Tuhan Yesus bersama-sama dengan Rasul Petrus, Andreas dan Yohanes saudaranya (Matius 4:18-22).
Di akhir hidupnya sesuai dengan Kitab Kisah Para Rasul 12:2 dibunuh dengan pedang sesuai dengan perintah raja Herodes Agripa I di Yerusalem sebelum hari raya roti tidak beragi.
Meski mengalami masa-masa sulit dan detik-detik terakhir dalam hidupnya ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya.
Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus.

Rasul Yohanes saudara Yakobus,
Rasul Yohanes ini mencapai usia lanjut dan satu-satunya rasul yang meninggal dengan tenang di Efesus, Turki.
Tapi walaupun demikian ia juga pernah merasakan digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma namun keajaiban terjadi. sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhir nya ia dibuang dah diasingkan ke pulau PATMOS untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU.

Rasul Filipus,
Akhir hidup Rasul Filipus disesah, dipenjarakan, dan kemudian disalibkan di Heliopolis, Frigia karena menginjil dan dikuburkan disitu.

Rasul Bartolomeus,
Rasul Bartolomeus adalah Rasul yang pertama kali yang mengaku bahwa Kristus itu adalah Anak Allah (Yohanes 1:49). Rasul Bartolomeus menjadi pekabar Injil di tanah Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki.
Akhir hidupnya dipukuli / dicambuk sampai kulitnya terlepas (dikuliti), dan disalibkan dengan kepala ke bawah di India atau Armenia.

Rasul Thomas,
Meski dalam cerita Alkitab diceritakan kalau Thomas adalah murid Tuhan Yesus yang paling meragukan kebangkitan Kristus. Namun, setelah itu Kristus juga muncul kepadanya dan Thomas percaya sampai mati. Thomas kemudian disegel segala kesaksiannya dan akhir hidup Rasul Thomas dorong dan dengan pinus ditombak, disiksa, dibakar hidup-hidup.

Matius pemungut cukai,
Rasul Matius akhir hidupnya mati disiksa dan dibunuh dengan pedang di Nadabah, Etiopia.

Yakobus anak Alfeus,
Rasul Yakobus adalah pemimpin Gereja Yerusalem. Pada akhir hidupnya saat sedang berkhotbah dia dipukul, dilempari batu dan dijatuhkan dari atas bubungan Bait Allah tempat Tuhan Yesus dicobai di Yerusalem, dan dikuburkan di situ di samping Bait Allah.

Tadeus atau Yudas (bukan Iskariot),
Yudas saudara nya dari Tuhan Yesus di hukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
Ada juga yang menceritakan bahwa dia disalibkan di Edessa, Yunani.

Simon orang Zelot,
Simon adalah seorang fanatik Yahudi yang berusaha untuk mengatur rakyatnya bebas dari penindasan Romawi. Setelah dia melihat dengan mata sendiri bahwa Kristus telah bangkit, ia menjadi fanatik Injil.
Para sejarawan menceritakan tentang berbagai tempat Rasul Simon menyatakan kabar baik tentang Kristus di Mesir, Kirene, Afrika, Mauritania, Inggris, Libya, dan Persia.
Akhir hidupnya diceritakan disalibkan oleh gubernur di Suriah (di Britania, Eropa)

Yudas Iskariot,
Rasul yang dikenal karena menjual Tuhan Yesus ini akhir hidupnya mati gantung diri di luar Yerusalem.

Rasul Matias,
Rasul yang mengabarkan injil di tanah Ethiopia. Rasul Matias dipilih untuk sebagai pengganti Yudas Iskariot akhir hidupnya mati dengan cara dirajam dan dipenggal kepalanya di Yerusalem.

Rasul Paulus,
Rasul Paulus, dirinya penganiaya iman Kristen (Galatia 1:13), dibawa ke pertobatannya pada saat perjalanan ke Damaskus saat akan pergi menangkap dan membawa para pengikut Tuhan untuk dibawa ke Yerusalem yang kemudian akan disiksa (Kisah Para Rasul 9).
Akhir hidupnya Rasul Paulus di siksa dgn sangat kejam dan akhir nya di penggal kepala nya oleh Kaisar Nero di Roma pd thn 67. Pasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan surat-surat dari dia di buat dan di kirim dari penjara.

Nah, ga ada lagi alasan buat ngeluh saat ikut Tuhan.

Memang terkadang jalan terasa berbatu dan terjal, tapi percayalah, siapa yang setia sampai akhir dialah yang akan menerima mahkota keselamatan.
Begitu pula sebaliknya siapa yang meninggalkan mata air hidup, namanya akan tersurat di tanah.

#disadur dari berbagai sumber

Rabu, 11 Juli 2012

Healing for Your Soul


Scripture:
"Come to Me, all of you who are weary and carry heavy burdens, and I will give you rest."
~Jesus
Matthew 11:28

Is Your Soul Troubled?

I know you've been battling a lot of things in your soul. Worry about your future, regret over mistakes, consuming fear about what others think about you. It can be so overwhelming. God does not want you to live this way. He has a spacious, green, beautiful land for your soul to rest in, and He is inviting you into it. I want you to read the following promise from God to you out loud, and insert your name into it, because it's exactly what God wants to do for you.
The Lord is _______'s shepherd, ________ shall not be in want.
He makes _________ lie down in green pastures,
He leads _________ beside quiet waters,
He restores __________'s soul.
Psalm 23:1-3

Restoration for Your Soul

How is your soul doing? If you were to get a check-up, what would the doctor say? Fearful? Sad? Anxious? Your soul is the place where you really exist-your deepest, truest self. It is where you hold your memories, thoughts about yourself, and perception of the world around you. 
Think of your soul as the soil of your life: its health determines how much can grow in your life. If you have hard, dry soil, even if you plant all the best seeds, they will not be able to grow. Maybe you have been dealing with that kind of dryness in your soul. 
You try to feed yourself with good things, like the Bible or church or good friends, but still you feel empty and dry, and the things you want aren't growing.

God Wants to Prosper Your Soul

God wants to change all that. He actually wants to prosper your soul. 3 John 1:2 says, "Beloved, I pray that in all respects you may prosper and be in good health, just as your soul prospers." I want you to imagine 2 landscapes: 1 is dry and barren, with trees with tiny, shriveled-up branches, and all around gray; the other is green, lush, with so many different trees and crops, and little streams running throughout it. The latter is His promise to you, and I want you to insert your name again:  
The LORD will comfort _________again and have pity on _________'s ruins.
___________'s desert will blossom like Eden, __________'s barren wilderness like the garden of the LORD.
Joy and gladness will be found there. Songs of thanksgiving will fill the air
. (Isaiah 51:3)

The Problem

There may be things in the soil of your soul that are rocky and dry, making it so that the things you want to grow there can't. 
An example of a rock would be something or someone you've been unable to forgive (maybe even yourself!) or coveting what other people have. These things act as barriers to the beautiful things God wants to plant in your life. Think of them as toxins for your soul. 
It's like if you were trying to eat really healthy but were also ingesting a little bit of poison with every meal. No matter how much water you drink, you're still going to feel awful.
 

Let's Go on a Healing Cleanse

I want us to experience true prosperity of soul by removing the bad things in our life and replacing them with the good things God has for us. Every week, we are going to learn about a new soul toxin and its remedy. 
God has amazing prescriptions for each of the things that are troubling you now (anxiety, anger, depression, etc.), and I believe He wants to lead us into experiencing deep health for our souls. 

Source by email from GodLife

Sabtu, 07 Juli 2012

Berkat

"Tuhan memberkati engkau dan
melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya
dan memberi engkau
kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajahNya
kepadamu dan memberi engkau
damai sejahtera."
~Bilangan 6:24-26

"The LORD bless you and keep you;
The LORD make His face 
shine upon you, 
and be gracious to you;
The LORD lift up His countenance upon you,
and give you peace."
~Numbers 6:24-26

Kamis, 05 Juli 2012

Siapa yang benar?

Hari ini post terpopuler di internet memberitakan tentang peristiwa aborsi paksa seorang ibu karena kebijakan pemerintah. Lebih heboh lagi karena, anak yang di aborsi oleh ibu ini sudah berusia 7 bulan.
Pemandangan menyedihkan karena di China, kebijakan 1 anak sebagai cara menghambat laju pertumbuhan penduduk di sana di berlakukan sudah menuai banyak korban perempuan dan sekarang sudah menimbulkan kecaman terhadap pemerintah negeri ini.
Feng Jianmei dan suaminya Deng Jiyuan dipercaya dipaksa untuk mengugurkan anak kedua mereka karena keluarga mereka yang berlatar belakang petani tidak mampu membayar denda karena telah melanggar kebijakan 1 anak sebesar 40.000 Yuan (Rp 59.027.843,32)
gambar source by google
Yang salah siapa?
Rakyat biasa yang tidak mengerti peraturan pemerintah, atau rakyat biasa yang tidak mampu membayar denda pemerintah, sehingga paksaan menghilangkan nyawa itu menjadi suatu keharusan?
Nyawa anak yang tidak tahu apa-apa menjadi korban.
Jadi ingat peristiwa Alkitab yang mirip-mirip nih.,
Tentang kebijakan Herodes membunuh anak-anak balita di Betlehem dan sekitarnya ketika tahu seorang Mesias lahir di Betlehem (Matius 2).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites